Perjumpaan Dengan Tuhan Yesus

perjumpaan-dengan-tuhan-yesusSaya seorang Kristen sejak dalam kandungan mama. Namun perjumpaan saya dengan Tuhan Yesus terjadi 10 tahun lalu. Awalnya badan saya panas. Saya tidak bisa menggerakkan tubuh. Mama membawa saya ke klinik dekat rumah. Sebenarnya saat itu saya hanya ingin Tuhan Yesus saja yang menyembuhkan langsung penyakit saya, karena saya percaya Yesus adalah dokter dari segala dokter. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Namun mama sangat khawatir, karena itu saya di bawa ke klinik terdekat.

Setelah saya makan, minum dan meminum obat dari klinik, saya merasakan hal yang aneh pada kedua tangan dan kedua kaki saya. Saya tidak bisa menggerakannya. Sekeras apapun usaha saya supaya bisa bergerak, saya tidak bisa sama sekali menggerakkan tubuh saya. Saya panik dan ketakutan melihat kondisi saya seperti itu.

Melihat keadaan saya seperti itu, mama dan kakak perempuan saya sangat sedih, bingung, tidak tahu berbuat apa, hanya bisa berdoa. Mama kemudian memutuskan untuk memanggil seorang ahli pijat dekat rumah. Saat ahli pijat itu melihat keadaan saya, dia mulai berdoa dalam bahasa Arab. Saya tidak mengerti apa artinya. Namun, saat dia mendoakan saya dengan menggunakan bahasa Arab, saya juga berdoa dan memanggil nama Yesus. 

Tubuh saya seperti ditarik sangat kencang dan sakit sekali. Tetapi tidak juga ada perubahan. Akhirnya, ahli pijat itu menyerah dan meminta izin untuk pulang kembali ke rumahnya. Setelah itu, mama dan kakak perempuan saya memapah saya ke dalam kamar. Saya hanya bisa duduk di tempat tidur, saya tidak bisa menggerakkan kedua tangan dan kedua kaki saya sama sekali. 

Saya menangis, namun di dalam hati, saya percaya dengan iman yang saya miliki pada Yesus bahwa saya bisa disembuhkan oleh-Nya. Dari awal, dengan iman bahwa saya ingin Yesus saja yang menyembuhkan penyakit saya. Saya mulai berdoa, saya menutup mata dan saya berdoa. Saya berdoa dan menangis di hadapan-Nya, memohon pada-Nya dengan hati yang hancur, dengan kerinduan dijamah oleh Tuhan, untuk menyembuhkan penyakit saya itu. Tiba-tiba saya melihat sinar, semakin lama semakin terang, luar biasa terangnya. Dan saya melihat ada sosok muncul di depan saya, semakin lama semakin dekat, ternyata … Tuhan Yesus. 

Tuhan Yesus menatap saya, wajah-Nya sedih, Dia merasakan kesedihan dan kehancuran yang saya alami karena penyakit saya itu. Lalu, kedua tangan Tuhan Yesus memegang kedua tangan saya. Saya merasakan jamahan-Nya. Lalu Dia menghilang. Seketika itu juga, saya dapat menggerakkan kedua tangan dan kedua kaki saya lagi. 

Terpujilah Yesus, Kuasa-Nya dahsyat. Dengan iman yang kita miliki, Yesus ada di dekat kita, dan Dia tak akan pernah membiarkan anak-anak-Nya yang mencari-Nya dibiarkan menderita. Saya sangat berterima kasih dan diberkati. Mujizat-Nya luar biasa. Tidak ada yang mustahil di dalam nama Tuhan Yesus. Kuasanya nyata..! 

 

Kesaksian dari: Nina Sagala (Telah diringkas tanpa mengurangi makna, Red.)
 

Comments are closed.