Memperbarui Pola Pikir Kita

growth_mindset_leadership_developmentMenara kontrol kehidupan adalah pikiran. Apa yang kita pikirkan bukan saja mempengaruhi tindakan kita tetapi juga menentukan cara kita memandang Allah, orang lain, diri sendiri dan situasi. Kita tidak dapat mengendalikan orang lain atau situasi, tetapi dengan pimpinan Roh Kudus, kita dapat memilih apa yang kita pikirkan dan bagaimana merespons. Karena pikiran kita memainkan peran yang sangat besar, penting bagi kita untuk menjaga hal-hal yang masuk ke pikiran kita.

Meskipun tak ada yang dapat membaca pikiran kita selain Tuhan, pikiran kita seringkali dapat terungkap dalam ekspresi wajah atau tindakan kita – dan akhirnya nasib kita. Itulah satu hal sederhana tentang menabur dan menuai: Jika kita menabur pikiran, kita akan menuai tindakan; menabur tindakan, menuai kebiasaan; menabur kebiasaan, menuai karakter; menabur karakter, menuai nasib.

Sebagai orang Kristen, kita rindu seluruh aspek hidup kita mencerminkan Kristus dan kekekalan di dalam surga menanti kita. Itulah sebabnya Alkitab berkata, “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.” (Kolose 3:2). Dan satu-satunya cara untuk kita dapat memahami perkara-perkara surgawi adalah melalui Kitab Suci. Semakin kita banyak merenungkan Firman Allah, semakin Roh Kudus akan mengingatkan kita pada ayat-ayat yang memberi hikmat, perlindungan dan bimbingan dalam segala situasi.

Ketika Yesus masuk ke dalam hidup kita, kita tidak bisa hanya menambahkan Dia ke dalam cara pikir kita yang dulu. Sudah waktunya kita meninggalkan hal-hal yang tidak cocok lagi dengan identitas kita di dalam Kristus – dan ini mencakup pola-pola pikir lama. Mari kita isi pikiran kita dengan pikiran-pikiran Kristus agar kita dapat hidup dengan cara yang berkenan dan memuliakan Tuhan.