Seperti Apakah Kekristenan Yang Menarik Itu?
Pendalaman Alkitab Staf In Touch Ministries
Yesus berkata, orang Kristen harus mudah dikenali dari kasihnya kepada satu sama lain (Yohanes 13:35). Itu sebabnya sikap suka bertengkar, yang begitu lazim dalam budaya kita saat ini, memberi kita kesempatan besar untuk tampil beda dengan kebaikan hati kita. Tetapi gereja juga tak lepas dari ketegangan dan kadang juga memperlihatkan konflik di depan orang-orang yang mengamati. Padahal cara kita memperlakukan satu sama lain pada saat-saat seperti itu sangatlah penting jika kita ingin menjadi saksi yang efektif.
LATAR BELAKANG
Banyak aspek karakter Kristen dibangun dengan melakukan perintah-perintah sederhana – perkataan-perkataan yang kita gunakan untuk mendidik anak-anak, seperti “Hendaklah kamu ramah” (Efesus 4:32) dan “Perlakukanlah orang lain seperti kamu ingin diperlakukan” (Matius 7:12). Tetapi perintah-perintah sederhana tidak selalu mudah atau otomatis akan dimengerti/dilaksanakan.
BACA
RENUNGKAN
Bayangkan betapa banyaknya rasa sakit dan perpecahan yang dapat dihindari jika kita sungguh-sungguh belajar memperlakukan satu sama lain dengan baik.
- Terkadang ada ketidaksesuaian antara cara hidup kita dengan karakter kerajaan yang diteladankan Yesus. Paulus meringkas standar emas yang menjadi panggilan orang Kristen ini begini: “Hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” Manakah dari ketiga perilaku ini yang tampaknya paling sulit? Apa yang bisa membuat perilaku itu lebih mudah dilakukan?
- Di bagian pembahasan utama, tindakan-tindakan apa yang Paulus minta supaya jangan dilakukan lagi? Selanjutnya, perhatikan perilaku-perilaku yang menurutnya justru perlu dilakukan — apa kesamaan dari perilaku-perilaku yang sehat ini?
- Bayangkan jika sikap-sikap yang dianjurkan Paulus ini menjadi perilaku yang lazim di komunitas Kristen. Perbedaan apa yang bisa terjadi dalam penjangkauan atau pelayanan kepada orang-orang yang sedang bergumul tentang iman?
- Di ayat 29, Paulus meminta agar jemaat hanya menggunakan perkataan yang membangun, “supaya mereka yang mendengarnya beroleh kasih karunia.” Ini berarti iman kita bukan hanya perlu dapat diajarkan (taught), tetapi juga dapat ditangkap/diterima melalui teladan (caught). Bagaimana Anda dapat menjadi teladan bagi orang lain dalam kebajikan-kebajikan ini?
REFLEKSI
Jika kita berhati lembut dan penuh kasih, kita akan lebih memikirkan kesejahteraan orang lain daripada kepentingan kita sendiri. Kita akan mendahulukan menolong orang-orang yang terluka dan bergumul, meskipun kita tidak memperoleh keuntungan apa-apa dari hal itu.
- Pikirkanlah seseorang yang bisa Anda gambarkan sebagai berhati lembut dan penuh kasih. Apa yang membuat Anda tertarik pada orang itu, dan bagaimana perasaan Anda ketika berada di dekatnya?
MELANJUTKAN CERITA
Ketika kita terlalu bergairah, entah terhadap suatu tujuan atau tentang iman kita, kita cenderung bisa bersikap lebih keras atau memaksakan pendapat kita. Tetapi Paulus berkata, “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang” (Filipi 4:5).
- Jelaskan bagaimana Yesus menunjukkan kekuatan dengan cara yang juga menunjukkan kelemah-lembutan. Bagaimana cara-Nya bertindak dibandingkan atau berbeda dari yang biasa Anda jumpai di dalam maupun di luar gereja?
- Dengan siapa (dan dalam situasi yang bagaimana) Anda merasa paling sulit menunjukkan kerendahan hati dan keramahan? Mengapa Anda menganggapnya sebagai tantangan, dan bagaimana Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mengubah cerita itu?
REFLEKSI
Ucapan Bahagia dan deskripsi Paulus tentang buah roh jelas merupakan dua bagian Alkitab yang menunjukkan sifat-sifat dan kebajikan-kebajikan yang dihargai Tuhan.
- Bacalah Matius 5:1-11 dan Galatia 5:22-23. Apa hubungan yang Anda temukan antara berkat yang diucapkan Yesus atas orang yang “lemah lembut . . . berbelas kasihan . . . membawa damai” dengan penegasan Paulus bahwa salah satu tanda pekerjaan Roh Kudus (di antara yang lain-lainnya) adalah kasih, kemurahan dan kelemahlembutan?
- Yesus, Raja di atas segala raja yang mahakuasa, juga memperlihatkan diri-Nya sebagai teladan kasih karunia dan pengendalian diri. Mengikuti teladan-Nya adalah cara terbaik untuk memperkenalkan Juru Selamat kepada orang lain.
