Kekuatan Lidah

(Pendalaman Alkitab Staf In Touch Ministries)

Kata-kata kadang dirasa tidak penting. Bagaimanapun, kata-kata bukanlah tindakan, jadi apa bahaya yang dapat ditimbulkannya? Tetapi surat Yakobus berbicara terus-terang tentang hal ini: Kata-kata punya kekuatan, katanya, dan bisa mengendalikan hidup kita. Ini baik dan juga buruk. Bersyukur, jika perkataan kita dipimpin Roh, kita akan dikemudikan ke arah yang sebenarnya kita inginkan – keintiman yang lebih besar dengan Tuhan, persekutuan yang penuh kasih dengan umat-Nya, dan hikmat yang membawa manfaat bagi dunia.

LATAR BELAKANG

Yakobus, saudara Yesus, menulis kepada orang-orang Kristen Yahudi pada tahun-tahun permulaan gereja. Suratnya berisi hikmat tentang hal-hal yang dihadapi orang-orang percaya saat ini.

BACA

Yakobus 3:1-12

RENUNGKAN

Apakah Anda berharap dapat berkata-kata tanpa berdosa atau apakah Anda menganggap hal itu tak mungkin?

  • Mengajar di gereja adalah peran yang ditetapkan Tuhan (1 Korintus 12:28). Mengapa hal itu bisa menimbulkan “penghakiman yang lebih berat” (Yakobus 3:1)? Ketika menjawab, ingatlah hubungan antara tanggung jawab dan pertanggungjawaban. Juga perhatikanlah fakta bahwa Yakobus menyusuli perintah ini dengan perintah lain tentang kekuatan lidah/kata-kata.
  • Yakobus mengakui bahwa semua orang percaya tersandung (ayat 2). Kata Yunani di sini ini berarti “berdosa, bersalah, atau melanggar.” Apa yang dikatakan ayat ini tentang perbedaan antara berdosa “dalam perkataan” dan tersandung dalam hal lain? Berilah beberapa contoh tentang berdosa dalam perkataan.
  • Kata sempurna (ayat 2) sering mengingatkan pada kemustahilan. Tetapi Yesus memerintahkan kita untuk “menjadi sempurna” (Matius 5:48), sehingga Dia akan membuat hal itu menjadi mungkin. Kita perlu memahami kesempurnaan sebagai proses yang terjadi seumur hidup dan dengan pimpinan Tuhan. (Lihat 1 Petrus 5:10). Apa yang dikatakannya tentang kemungkinan tidak berdosa dalam berkata-kata?
  • Perumpamaan kekang pada mulut kuda dan kemudi kapal menunjukkan bahwa kata-kata bijak akan membawa kita kepada hasil yang lebih baik (Yakobus 3:3-4). Keduanya menggunakan kata kerja metagó, yang artinya “membalikkan, mengarahkan, mengembalikan.” Bagaimana kata kerja ini memberi petunjuk tentang peran pengampunan dan pengudusan?

MELANJUTKAN CERITA

Kata-kata yang salah dapat menimbulkan akibat-akibat serius.

  • Kata-kata kita bisa diibaratkan seperti api yang membakar (ayat 5-6). “Hutan” apa yang bisa dibakar oleh kata-kata yang salah pilih? Berikan beberapa contoh perkataan yang dipimpin-Roh yang akan lebih cocok dengan kehidupan serupa Kristus. Sebagai inspirasi, bacalah Efesus 4:29 atau Galatia 5:22-23.
  • Sebelumnya Yakobus menulis, “Jikalau seseorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, … maka sia-sialah ibadahnya” (Yakobus 1:26). Tetapi ayat 3:8 berkata “Tidak seorang pun berkuasa menjinakkan lidah.” Dapatkah Anda menjelaskan keseimbangan antara disiplin dan kebergantungan pada Tuhan dalam hal yang tampaknya bertentangan ini?
  • Apakah kata mengutuk di ayat 9 mengejutkan Anda? Mintalah Roh Kudus menyadarkan Anda kapan kata-kata Anda termasuk kategori perkataan yang tak dikehendaki ini.
  • Ayat 11-12 menyatakan bahwa ketika perkataan kita tidak selaras dengan Roh yang tinggal di dalam kita, hal itu mengindikasikan kita sudah terjatuh ke dalam pola perilaku lama dan hidup menurut keinginan daging. Apakah perkataan yang tidak pantas pernah membuat Anda merasa seperti “pohon ara yang menghasilkan buah zaitun”? Diskusikanlah bagaimana doa atau sukacita dalam Tuhan bisa membantu mencegah hal ini.

REFLEKSI

Lidah memiliki kekuatan yang sangat besar untuk kebaikan maupun keburukan, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Bayangkan perbedaan yang dapat dihasilkan “perkataan yang diucapkan pada waktu yang tepat” (Amsal 25:11) dalam hidup orang lain – dan hidup kita sendiri.