Penemuan Besar

(Charles F. Stanley)

Apakah kehendak Tuhan merupakan misteri yang tak terselami atau hal yang dapat kita ketahui?

Apa yang terbersit di pikiran ketika mendengar kata kehendak Tuhan? Jawaban Anda sebagian besar akan dipengaruhi oleh pengenalan Anda akan Tuhan, jalan-jalan-Nya dan harga ketaatan yang dipahami. Kehendak Tuhan pada dasarnya adalah tujuan dan rencana-Nya, yang cakupannya meliputi ketetapan-ketetapan tentang pemeliharaan-Nya atas segala ciptaan hingga rencana-rencana spesifik untuk kehidupan setiap orang.

Kehendak Tuhan yang dapat diketahui (Knowable Will)

Ada banyak salah pengertian tentang kehendak Tuhan, karena itu kita memerlukan pemahaman alkitabiah yang tepat agar dapat membuat pilihan yang baik. Meskipun kehendak Tuhan tampak samar dan sulit diketahui, Dia tidak sedang berusaha menyembunyikan apa pun dari kita. Kehendak Tuhan juga bukan pengetahuan mistik yang hanya bisa diketahui orang tertentu saja, dan tidak selalu menuntut kita untuk melakukan hal yang sebenarnya ingin kita hindari juga.

Alkitab memberi pedoman tentang kehendak Tuhan yang berlaku bagi semua orang percaya, di segala usia, dalam segala situasi. Salah satu ayat pedoman itu adalah Roma 12:1-2. Kerinduan dan kemampuan untuk hidup sesuai hikmatnya tidak datang dari diri kita sendiri, tetapi dari Tuhan dan kemurahan-Nya pada kita (ayat 1). Tiga perintah yang memanggil kita untuk bertindak sebagai respons yang tepat atas kemurahan Tuhan, jika ditaati, akan menuntun kita langsung kepada kehendak-Nya.

Persembahkan tubuhmu sebagai persembahan bagi Tuhan.

Faktanya kita ini sudah milik Tuhan—pertama, karena kita adalah makhluk ciptaan-Nya, dan kedua, karena Dia sudah menebus kita dari dosa (1 Petrus 1:18-19). Memberikan diri kita sebagai persembahan berarti hidup sebagai milik kesayangan Tuhan, bukan untuk kesenangan dan pilihan kita sendiri. Kata sifat yang dipakai Paulus untuk menjelaskan persembahan ini membuat kita mengerti seperti apa persembahan itu.

  • Hidup. Selama Tuhan memberi kita napas hidup, kita harus menyenangkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan.
  • Kudus. Agar hidup kita menjadi persembahan yang utuh, kita harus menjauhkan diri dari dosa dan mendekat pada Tuhan.
  • Berkenan kepada Tuhan. Kita tak boleh mengabaikan kehendak Tuhan yang diketahui dengan menciptakan pengganti-pengganti yang lebih memuaskan kita. Tuhan tidak senang ketika bangsa Israel mengabaikan standar-standar pengorbanan binatang dan mempersembahkan korban yang tidak mereka inginkan – yang buta, timpang atau sakit (Maleakhi 1:8).

Ketika kehendak Tuhan tampaknya tak masuk akal bagi kita, kita harus ingat bahwa kita tak dapat melihat seluruh gambar atau memahami sepenuhnya tujuan-tujuan Tuhan. Hukum-hukum-Nya mengatasi setiap situasi hidup kita dan mencakup sepenuhnya setiap peristiwa di bawah langit dari kekekalan masa lalu sampai kekekalan masa mendatang. Sebaliknya, kita memiliki pengetahuan yang sangat terbatas. Sangatlah bodoh jika kita menavigasi cara mengarungi kehidupan berdasarkan hikmat kita sendiri, sementara Tuhan adalah Pemandu yang mahatahu, mahakuasa dan mahabijaksana.

Hidup Petrus memasuki arah tujuan baru karena ia memilih percaya dan taat ketika Yesus memintanya melakukan hal yang tampaknya tak masuk akal. Sambil duduk di dalam perahu Petrus, Tuhan yang mengajar orang banyak yang ada di pantai menyuruh nelayan itu bergerak ke perairan yang dalam dan menebarkan jala. Perintah ini tak masuk akal bagi Petrus karena ia sudah semalam-malaman menangkap ikan di tempat-tempat yang paling menjanjikan, tanpa hasil. Namun karena Yesus yang memerintahkan, ia taat. Dan yang mengejutkan, ia menangkap ikan banyak sekali sampai jalanya mulai koyak (Lukas 5:1-11).

Begitu ia menyadari bahwa Yesus bukan orang biasa, ia langsung tersungkur di kaki Yesus; ia sangat menyadari keberdosaan dan ketakberhargaan dirinya untuk berada di hadapan Kristus. Tuhan lalu mengatakan sesuatu yang mengubah seluruh jalan hidupnya: “Jangan takut, mulai sekarang engkau akan menjala manusia” (Lukas 5:10). Seketika itu juga Petrus meninggalkan pekerjaannya, mengikut Yesus dan menjadi salah satu rasul yang menjungkirbalikkan dunia dengan Injil.

Alih-alih menolak kehendak Tuhan ketika hal itu tampaknya tak masuk akal bagi kita, kita perlu merespons seperti Petrus. Kita tak boleh meremehkan yang dapat Tuhan lakukan dalam hidup kita sebagai dampak satu tindakan ketaatan kecil.

Jangan menjadi serupa dengan dunia ini.

Menjadi serupa berarti dibentuk oleh kekuatan/pengaruh dari luar—dalam hal ini, oleh dunia, yang dapat diartikan sebagai semua filosofi yang mengesampingkan Tuhan. Yohanes berkata, “Semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, tidak berasal dari Bapa, melainkan dari dunia” (1 Yohanes 2:16). Yakobus menambahkan bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Tuhan (Yakobus 4:4).

Kita tak mungkin menuruti kehendak Tuhan atas hidup kita jika kita dikuasai oleh yang terasa baik, terlihat baik atau menarik rasa penting diri kita. Setiap kali kita membiarkan kesenangan, nilai-nilai dan kepercayaan yang dibuat manusia merasuki pikiran dan hati kita, kita sedang dibentuk menjadi serupa dengan dunia ini dan bukan serupa Kristus. Cara menangkal dan membalikkan proses ini ditemukan dalam perintah berikutnya.

Berubahlah oleh pembaharuan budimu.

Meskipun kita perlu aktif dalam proses ini, Tuhanlah yang melakukan karya transformasi dan pembaruan melalui Roh Kudus yang tinggal di dalam kita. Ketika kita dibentuk secara progresif menjadi serupa dengan gambar Kristus, perubahan itu tampak dalam perilaku kita.

Transformasi ini berawal di pikiran, yang diperbarui dengan memakai firman Tuhan. Ketika kita mempelajari Kitab Suci, Roh Kudus mengubah cara berpikir kita sehingga kita mulai melihat kehidupan dari sudut pandang Tuhan. Di dalam proses itu, keputusan-keputusan kita, gaya hidup kita dan doa-doa kita mulai selaras dengan kehendak Tuhan, bukan dibentuk dunia.

Jika Anda pernah menganggap kehendak Tuhan sebagai hal yang ditakuti, harus ditanggung, atau dihindari,

Roma 12:1-2 menjadi kabar baik. Dengan menerapkan ketiga langkah ini, Anda akan memiliki penghargaan

baru tentang tujuan-tujuan spesifik Tuhan untuk Anda. Situasi-situasi yang sebelumnya membuat Anda

bersungut-sungut dan mengeluh, sekarang akan tersingkap artinya yang sebenarnya – rencana Tuhan yang

sempurna sedang dijalankan dalam hidup Anda.

Orang percaya punya dua opsi. Mereka dapat menolak kehendak Tuhan dengan melekat pada keinginan-keinginan sendiri, atau mereka dapat menyerahkan diri di mezbah ketundukan, mati bagi dunia sekitar mereka, dan memperbarui pikiran mereka dengan firman-Nya. Cara pertama mendatangkan kemarahan, ketakutan, dan kekecewaan, tetapi jalan kehendak Tuhan indah, penuh damai sejahtera dan sukacita. Hanya Tuhan yang tahu bagaimana memimpin Anda dengan bijak mengarungi kehidupan. Maukah Anda memercayai Tuhan dan menemukan sukacita berjalan dalam kehendak-Nya.

Refleksi

Apakah Anda pernah berpikir bahwa kehendak Tuhan atas hidup Anda terbatas pada perkara-perkara besar? Sesungguhnya, Tuhan sangat tertarik pada perkara-perkara kecil karena jalan hidup Anda pada dasarnya ditentukan oleh hal-hal kecil. Apakah pilihan-pilihan hiburan Anda, etika kerja, interaksi relasional, kebiasaan belanja, dan pikiran-pikiran terdalam selaras dengan nilai-nilai dunia atau kehendak Tuhan? Apa yang perlu diserahkan di meja persembahan?

Kita sering ingin melakukan yang menyenangkan kita daripada membiarkan Tuhan memilihkan jalan kita. Dan dengan demikian, kita menciptakan pengganti-pengganti. Sebagai contoh, Kristus meminta kita mengampuni orang yang bersalah pada kita, tetapi jika kita menganggap pengorbanan ini terlalu besar, kita mungkin memilih mempersembahkan uang dalam jumlah lebih besar dan berharap dapat menenangkan Tuhan. Atau kita mungkin merasa Tuhan ingin kita melayani-Nya dalam hal tertentu, tetapi karena kita merasa tidak mampu, kita memilih bentuk pelayanan lain. Apakah Anda pernah menolak kehendak Tuhan dengan melakukan hal serupa?

Apakah Anda sibuk berusaha menemukan kehendak Tuhan dalam situasi tertentu dengan mengabaikan yang sudah Dia katakan pada Anda? Jika demikian, Matius 6:33 menjadi pengingat yang baik tentang prioritas menyenangkan Tuhan: “Carilah dahulu kerajaan Tuhan dan kehendak-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Doakan

Bapa surgawi, dalam nama Yesus, saya meminta supaya saya dipenuhi dengan segala hikmat dan pengertian rohani untuk mengetahui kehendak Tuhan, sehingga hidup saya layak di hadapan-Mu serta berkenan pada-Mu dalam segala hal, memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan tentang Tuhan (Kolose 1:9-10). Amin.

Renungkan

Lakukan

Memberi diri kepada Tuhan sebagai persembahan yang hidup bukan peristiwa yang sekali saja, tetapi tindakan penyerahan diri pada kehendak Tuhan setiap hari (dan kadang setiap jam) dalam semua aspek kehidupan. Jika Anda mendapati diri Anda sedang bergerak menjauhi mezbah, akuilah dan kembalilah.

Transformasi pikiran juga merupakan proses yang panjang, dan tidak akan terjadi jika Anda tidak membaca Alkitab. Jadikanlah membaca Alkitab sebagai kebiasaan sehari-hari, dan jangan hanya membaca untuk sekadar memenuhi kewajiban. Renungkanlah ayat-ayat yang Anda baca, dan perhatikanlah semua yang memberi pengertian tentang yang Tuhan inginkan.