Dari Hati Gembala

Anda dapat menikmati kemerdekaan sejati dari perasaan-perasaan bersalah.

charles stanleyJaminan keselamatan kita adalah berkat dari Tuhan yang luar biasa. Apakah jaminan itu memberi Anda kepastian setiap hari? Orang percaya punya Musuh yang selalu berusaha menggoyahkan iman kita. Dan kedagingan kita terus berperang menentang yang terbaik dari Tuhan untuk kita.

Bulan ini, temukan kekuatan dalam beberapa kebenaran penting dari Dr. Stanley, dan percayalah Anda selalu aman di tangan Tuhan.

Suatu hari, seorang perempuan muda menelepon saya dan berkata, “Saya ingin diselamatkan.” Wah, itu keinginan yang sangat baik. Tetapi ia kemudian berkata, “Saya pikir saya sudah diselamatkan, tetapi saya perlu diselamatkan lagi.”

Apa yang membuat seseorang berpikir ia memerlukan keselamatan kedua? Dalam pikirannya ia merasa belum berbuat cukup untuk tetap selamat. Ia merasa dikalahkan dan dibebani oleh berbagai standar, aturan dan ekspektasi yang ia terapkan pada dirinya. Saya khawatir ini adalah keadaan banyak orang Kristen saat ini. Alih-alih hidup bersukacita dalam Tuhan, mereka terus dirundung keraguan dan kelelahan atas usaha mereka mempertahankan keselamatan.

Inilah tepatnya yang terjadi di jemaat Galatia. Mereka siap menerima Injil ketika Paulus datang kepada mereka, tetapi setelah rasul itu pergi, mereka menjadi yakin bahwa mereka juga perlu mematuhi berbagai aturan sipil dan seremonial yang diberikan kepada orang Israel.

Setiap orang percaya dipanggil untuk hidup oleh anugerah, bukan karena perbuatan; hidup yang ditandai dengan ucapan syukur dan kerinduan untuk hanya memenuhi hukum kasih, yang tertulis di hati kita. Namun terlalu sering, setelah menerima keselamatan dengan iman, kita berusaha memikirkan apa yang dapat kita lakukan untuk pantas menerimanya.

Kita tidak melakukan apa-apa untuk memperoleh keselamatan, dan tidak ada apa pun yang dapat kita tambahkan untuk mempertahankan keselamatan itu. Memahami hal itu, mengapa kita selalu berusaha menjalani kehidupan Kristen dengan perbuatan? Paulus menunjukkan beberapa alasan dalam suratnya kepada orang Galatia.

Kita mungkin dipengaruhi pengajar palsu.

“Dahulu kamu berlomba dengan baik. Siapa yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi? Ajaran untuk tidak menurutinya lagi bukan datang dari Dia yang memanggil kamu” (Galatia 5:7-8).

Jemaat Galatia mulai mendengarkan kelompok yang disebut “Judaizer” (yang tetap menekankan ketaatan pada Hukum Taurat). Mereka tidak menyangkal bahwa keselamatan itu diperoleh melalui Yesus Kristus, tetapi mereka menambahkan ketaatan pada praktik-praktik keagamaan tertentu sebagai persyaratan.

Sekarang ini juga ada denominasi-denominasi dan pengajar-pengajar yang melakukan hal yang sama. Di awal kehidupan Kristen saya dulu, saya diajarkan bahwa saya dapat kehilangan keselamatan jika saya tidak mengikuti aturan-aturan yang ditetapkan gereja. Saya merasa terbeban dan terus-menerus meragukan keselamatan saya sampai saya belajar kebenaran tentang anugerah Tuhan.

Orang Kristen kadang kembali hidup oleh perbuatan karena salah memahami tentang keselamatan.

“Apakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, apakah sekarang kamu mau mengakhirinya di dalam daging?” (Galatia 3:3).

Perbuatan baik dan tindakan pelayanan adalah buah dari keselamatan kita. Kita diberi hati yang baru yang senang menaati dan melayani Tuhan, tetapi bukan hal-hal ini yang membuat kita tetap selamat. Tuhanlah yang menyelamatkan dan memelihara kita.

Keinginan daging juga dapat menggoda kita untuk mengandalkan perbuatan.

“Saudara-saudara, kamu memang telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih” (Galatia 5:13).

Keangkuhan daging di dalam kita ingin melihat kita melakukan sesuatu untuk layak memperoleh keselamatan. Tuhan menerima kita dalam Kristus, bukan karena semua yang Dia ketahui tentang kita. Keselamatan kita hanya didasarkan pada yang telah diperbuat Kristus bagi kita.

Tidak ada yang dapat membuat kita terbelenggu atau terjerat dalam keterikatan apa pun, karena Yesus Kristus telah membebaskan kita dari kuk perbudakan. “Kristus [sungguh-sungguh] telah memerdekakan kita, karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan” (Galatia 5:1).

Kita bersyukur atas penjelasan Dr. Stanley yang begitu gamblang tentang hal-hal yang bisa menghanyutkan atau menjauhkan kita dari menghargai sepenuhnya keselamatan besar dari Tuhan. Ingat, satu-satunya kemerdekaan sejati adalah relasi yang erat dan intim dengan Yesus Kristus.

Doa kami, Anda akan hidup dengan kesadaran dan keyakinan yang lebih besar tentang anugerah Bapa yang mengherankan. Sampai lain kali, Tuhan memberkati.

Bagi kemuliaan-Nya, 

Sahabat-sahabat Anda di In Touch Ministries/Pelayanan Sentuhan Hati