Ganjaran-Ganjaran Yang Dijanjikan Pada Kita

(Pendalaman Alkitab Staf In Touch Ministries)

Apakah Anda pernah berharap Alkitab lebih banyak mengungkapkan apa yang terjadi setelah kita mati? Ya, orang Kristen akan langsung memasuki hadirat Tuhan ketika kehidupan kita di bumi ini berakhir, tetapi apa yang menanti kita di surga? Meskipun banyak yang belum diungkapkan, satu hal yang pasti adalah: “Kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidup ini, baik ataupun jahat” (2 Korintus 5:10).

LATARBELAKANG

Kata yang diterjemahkan dengan “tahta pengadilan”—béma—benar-benar berarti sebuah panggung, tempat terhormat untuk diduduki tokoh penting. Orang Korintus kemungkinan mengaitkannya dengan Olimpiade, pesta olahraga yang berlangsung di stadion agak jauh ke luar kota. Di sana, pemenang akan menaiki panggung untuk menerima hadiah dari tokoh masyarakat terkemuka.

BACA

1 Korintus 3:9-15; 1 Korintus 4:1-5

RENUNGKAN

Ayat-ayat ini menunjukkan apa yang akan dievaluasi Kristus dari hidup kita, bagaimana dan kapan Dia akan melakukannya, dan apa yang ingin Dia berikan pada kita.

  • Dengan mengumpamakan orang percaya sebagai bangunan Tuhan, Paulus menjelaskan bahwa setiap kita bertanggung jawab atas cara kita membangun di atas dasar Kristus. Kita tidak diselamatkan oleh perbuatan, tetapi Tuhan telah menyiapkan pekerjaan-pekerjaan baik untuk kita lakukan (Efesus 2:8-10). Dia ingin kita menemukan dan melakukannya agar Dia dapat mengganjar ketaatan kita yang setia. Sudahkah Anda mengenali jenis-jenis pelayanan tertentu sebagai pekerjaan yang diperuntukkan khusus bagi Anda? Jika belum, mintalah petunjuk yang jelas tentang bagaimana Anda akan melayani Dia.
  • Tahta pengadilan Kristus laksana api yang menguji kualitas pekerjaan kita. Sebagian dari hal-hal yang kita lakukan akan terbukti tidak memiliki nilai kekal. Kata Yunani phaulos—yang merujuk bukan pada kejahatan moral, tetapi pada hal-hal yang tidak berharga —bisa berkaitan dengan prioritas-prioritas yang tidak tepat, kesempatan-kesempatan yang diabaikan, atau pelayanan-pelayanan yang dilakukan dengan motif yang salah. Cobalah pikirkan pekerjaan-pekerjaan yang tampaknya baik tetapi bisa termasuk dalam kategori ini. Kita tidak akan dihargai karena hal-hal itu, tetapi kita tidak akan kehilangan upah terbesar kita di surga.
  • Di sisi lain, perbuatan-perbuatan yang diprakarsai dan dimampukan oleh Roh Kudus digambarkan sebagai bahan-bahan seperti emas, perak dan batu permata. Inilah pekerjaan-pekerjaan yang akan bertahan melewati ujian api, yang membuat kita dapat menerima ganjaran. Bagaimana Anda bisa menilai apakah suatu pengejaran memiliki nilai kekal?
  • Ayat-ayat berikut ini menyebutkan tentang mahkota-mahkota yang dapat diperoleh orang percaya. Apa yang harus dilakukan seseorang untuk menjadi penerima setiap mahkota itu?
  • 1 Korintus 9:24-27: mahkota abadi
  • 1 Tesalonika 2:18-20: mahkota sukacita
  • 2 Timotius 4:6-8: mahkota kebenaran
  • Yakobus 1:12 dan Wahyu 2:10: mahkota kehidupan
  • 1 Petrus 5:1-4: mahkota kemuliaan

MELANJUTKAN CERITA

Penghargaan duniawi menghormati penerimanya, sedangkan penghargaan/ganjaran rohani memuliakan Tuhan.

  • Sebagian orang Kristen berpikir, hanya tindakan pelayanan atau pengorbanan besar yang akan dihargai Tuhan. Namun, tindakan ketaatan sederhana apa saja yang dikatakan Yesus akan mendapat ganjaran dari Bapa? (Lihat Matius 6:1-6, Matius 16:1-28; Matius 18:1-35). Dan sikap yang bagaimana yang Dia peringatkan bisa membatalkan ganjaran itu?
  • Perumpamaan Yesus di Lukas 19:11-27 menunjukkan bahwa Tuhan akan meminta pertanggungjawaban atas hal-hal yang Dia percayakan pada kita secara pribadi. Jelaskan tindakan ketiga hamba itu dan respons tuannya terhadap masing-masing. Menurut Anda, bagaimana konsep tentang investasi dapat diterapkan dalam hidup Anda?

REFLEKSI

Janji tentang ganjaran tidak dimaksudkan untuk mengecilkan hati kita atau membuat kita menyergap dengan panik kesempatan-kesempatan untuk memperolehnya. Janji-janji itu seharusnya justru menjadi motivasi kita untuk tinggal dalam Kristus seperti ranting yang melekat pada Pokok Anggur (Yohanes 15:1-11). Bersyukurlah pada Tuhan atas relasi-relasi, kemampuan-kemampuan dan karunia-karunia yang Dia percayakan pada Anda sebagai penatalayan-Nya, dan berdoalah meminta hikmat tentang cara menggunakannya yang sebaik-baiknya.