Realita Pengharapan
(Charles F. Stanley)
Ketika Yesus keluar dari kubur, pintu keselamatan terbuka bagi semua orang.
Saya percaya pengharapan adalah salah satu kata yang paling sarat emosi dalam bahasa apa pun. Saat diucapkan, yang mustahil tiba-tiba menjadi mungkin, kegelapan dienyahkan oleh terang, dan keputusasaan berubah menjadi sukacita. Dan itulah tepatnya yang terjadi ketika sekelompok perempuan datang ke kubur Yesus pada hari Minggu pagi-pagi sekali untuk mengurapi tubuh-Nya dengan rempah-rempah.
Beberapa hari sebelumnya, mereka melihat Yesus mati secara mengerikan, bersama semua impian mereka. Meskipun mereka percaya Yesus adalah Mesias yang datang untuk menyelamatkan umat-Nya dan mendirikan kerajaan-Nya di Israel, Dia tampaknya sudah mati sama seperti orang biasa pada umumnya. Ketika mereka datang ke kubur, mereka berharap menemukan jasad-Nya, bukan malaikat yang bersinar terang yang duduk di atas batu yang sebelumnya menutupi jalan masuk. Mereka juga tidak siap mendengar pesan malaikat itu: “Janganlah kamu takut, sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring” (Matius 28:5-6).
Bayangkan keterkejutan mereka ketika Yesus menjumpai mereka dalam perjalanan mereka kembali dari kubur (Matius 28:8-9). Pada saat itu, segalanya berubah. Airmata mereka berganti dengan sukacita tak terkira karena Yesus sudah menang atas musuh manusia yang paling dahsyat. Perempuan-perempuan itu merasakan iman yang hidup kembali pada hari itu, dan kita sebagai orang percaya juga dapat hidup dengan keyakinan yang sama. Karena Kristus bangkit, kita memiliki pengharapan – bukan hanya untuk masa yang akan datang, tetapi juga untuk masa lalu dan masa sekarang.
Pengharapan untuk Masa Lalu Kita
Jika perempuan-perempuan itu menemukan jasad Yesus seperti yang mereka harapkan, kita semua akan berada dalam masalah besar. Ketika rasul Paulus menghadapi ajaran palsu yang menyatakan tidak ada kebangkitan, ia menunjukkan akibat yang tanpa harapan: “Jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu” (1 Korintus 15:17).
Kabar baiknya, kebangkitan Yesus membuktikan bahwa Bapa mendapati pengorbanan-Nya itu cukup; kebangkitan Yesus memastikan bahwa segala kesalahan kita – di masa lalu, sekarang dan akan datang – telah ditutupi semuanya oleh darah Juru Selamat. Paulus membuat kebenaran ini sangat jelas di Roma 4:25 ketika ia berkata bahwa Yesus “telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan untuk pembenaran kita.” Pada saat Yesus keluar dari kubur, Dia menegaskan sekali dan untuk selamanya bahwa setiap orang yang menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juru Selamat sudah diampuni dan diterima oleh Tuhan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi oleh karena anugerah melalui percaya pada kematian dan kebangkitan Kristus. Kubur kosong adalah alasan kita untuk dapat bersukacita.
Pengharapan untuk Masa Depan Kita
Kebangkitan juga menjadi alasan untuk kita bisa yakin tentang masa depan kita. Paulus berkata kepada orang Korintus (yang meragukan kebangkitan Kristus): “Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kritus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia” (1 Korintus 15:19). Mengapa kita harus memiliki pengharapan akan hidup kekal jika Juru Selamat kita tetap berada dalam kubur? Itu bisa diartikan Dia tidak mengalahkan maut, baik untuk diri-Nya sendiri maupun untuk kita. Tetapi karena Yesus benar-benar telah mengalahkan kematian, Dia memiliki kuasa dan otoritas untuk memberi kita hidup yang kekal. Meskipun tubuh kita bisa mati, roh kita tetap hidup dan langsung akan berada di hadirat Tuhan.
Dan sesudah dibenarkan oleh Kristus, kita juga akan dimuliakan bersama Dia. Inilah puncak keselamatan dan pengharapan kita yang penuh berkat yang menopang kita pada masa-masa kesusahan dan kesengsaraan hidup. Ketika tubuh jasmani kita melemah dimakan usia atau digerogoti penyakit, kita tahu bahwa suatu hari kelak kita akan menerima tubuh abadi yang kuat yang tak pernah menjadi lelah atau sakit. Hidup ini hanyalah satu embusan napas dibandingkan dengan kekekalan.
Pengharapan untuk Masa Sekarang Kita
Bersukacita atas keselamatan dan pengharapan kemuliaan kita yang akan datang itu baik dan benar, tetapi apa arti kebangkitan Kristus bagi kita di masa sekarang ini? Sebelum Yesus mati, Dia memberikan janji ini: “Benarlah yang Kukatakan ini kepadamu: Lebih berguna bagi kamu jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penolong itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu” (Yohanes 16:7). Kristus harus mati, dibangkitkan, dan naik ke surga sebelum Dia dapat mengutus Roh-Nya. Roh Kuduslah yang mentransformasi dan memampukan orang percaya menjalani kehidupan Kristen sebagai ciptaan baru. Ini artinya ketika Roh menguduskan kita—dengan memberi kita pengertian tentang firman Tuhan, memampukan kita mengalahkan dosa, menjadikan kita makin seperti Kristus, dan menghibur kita dalam penderitaan hidup – kita dapat menjalani kehidupan yang baru.
Mengingat yang dipertaruhkan, kebangkitan Kristus adalah berita terbaik yang pernah kita dengar. Sekarang kita bisa yakin bahwa kita diampuni dan dinyatakan benar. Semua yang kita perlukan telah disediakan untuk kita oleh Roh dan Firman. Dan kita tahu pasti bahwa suatu hari kelak kita akan dimuliakan ketika Kristus datang kembali. Seperti yang dialami perempuan-perempuan yang mendapati kubur kosong, pengharapan kita ini nyata. Kita telah dibuat “lahir kembali melalui kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada hidup yang penuh pengharapan” (1 Petrus 1:3). Dengan mengetahui hal ini, kita tentu akan merasa terhibur dan teguh – hari ini dan setiap hari selanjutnya.
Refleksi
Kebanyakan dari kita sudah sangat familiar dengan kebangkitan, sehingga kita bisa kehilangan rasa takjub akan peristiwa itu. Ada baiknya kita membayangkan diri kita berada di antara perempuan-perempuan yang mendapati kubur kosong. Seperti apa rasanya berpindah dari keputusasaan kepada pengharapan dalam waktu yang begitu singkat? Bagaimana mengetahui Yesus bangkit sama seperti yang telah dikatakan-Nya meningkatkan iman Anda terhadap semua perkataan-Nya yang lain? Bagaimana hal ini akan memengaruhi cara Anda dalam menghadapi situasi-situasi yang tampaknya tak ada harapan di masa mendatang?
Saat ini kita biasanya mengaitkan pengharapan dengan keinginan-keinginan optimis (namun tidak pasti) untuk masa mendatang. Namun tak ada yang rancu pada pengharapan orang percaya karena pengharapan itu didasarkan pada firman Tuhan yang selalu benar. Pikirkanlah pengharapan yang dibawa kebangkitan Kristus pada Anda secara pribadi.
- Seberapa yakin diri Anda bahwa Tuhan sudah mengampuni dosa-dosa Anda dan menyatakan Anda benar? Apakah jawaban Anda didasarkan pada perkataan Alkitab ataukah pada perasaan atau kegagalan Anda sendiri?
- Apakah hidup Anda dicirikan dengan pengharapan yang teguh, atau apakah situasi-situasi sering membuat Anda lupa pada janji-janji Tuhan? Jika Anda mendapati diri Anda perlu pembaruan, tempat yang perlu Anda datangi adalah firman Tuhan (Roma 15:4).
- Apakah pengharapan Anda tentang surga yang akan datang menjadi perspektif yang memberi keseimbangan dalam Anda memandang seluruh kehidupan, atau apakah hal ini jarang Anda pikirkan? Pengharapan tentang kemuliaan bukanlah hal yang tidak berkaitan dengan kehidupan saat ini. Pengharapan itu bukan saja memberi kita perspektif kekal tentang penderitaan dan kesusahan, tetapi juga memiliki dampak yang memurnikan hidup kita (1 Yohanes 3:2-3).
Doakan
Bapa surgawi, kuakui aku sering kehilangan pandangan tentang pengharapan yang Engkau berikan padaku melalui kebangkitan Kristus. Karena itu, aku mohon Engkau memenuhiku dengan sukacita dan damai sejahtera dalam memercayai firman-Mu agar aku dapat melimpah dengan pengharapan oleh kuasa Roh Kudus (Roma 15:13). Aku mohonkan doa ini dalam nama Yesus dan menurut kehendak-Mu yang baik dan sempurna. Amin.
Renungkan
Lakukan
Meskipun pengharapan sering disertai situasi yang membaik, sebagai orang Kristen kita tetap dapat memilih pengharapan sekalipun realitanya tampak bertentangan. Dengan pemahaman ini, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk menjadi orang percaya yang lebih berpengharapan. Jadi, berjalanlah dengan iman dan pandanglah situasi Anda yang tanpa harapan itu dalam terang firman-Nya, bukan dari penampakan situasi itu. Pandanglah melampaui saat ini kepada yang kekal dengan merenungkan Roma 8:22-25 dan 2 Korintus 4:16-18. Mulailah memuji dan bersyukur pada Tuhan. Mengingat kesetiaan-Nya di masa lalu dan berkat-berkat saat ini dapat mengalihkan pikiran Anda dari masalah dan mengangkat roh Anda.
