Sumber Sukacita Sejati
(Pendalaman Alkitab Staf In Touch Ministries)
“Don’t worry, be happy” (Jangan khawatir, bergembira saja). Ungkapan populer ini sebenarnya sudah ada jauh sebelum lagu pop yang terkenal di tahun 1980-an itu. Ungkapan ini menggemakan kebenaran yang terdapat di dalam Kitab Suci—dengan satu perbedaan yang sangat penting: perkataan Paulus di Perjanjian Baru ini jauh melebihi sekadar ungkapan klise yang bermaksud baik. Nasihatnya yang sering dikutip agar “jangan khawatir tentang apa pun juga” (Filipi 4:6) adalah bagian dari serangkaian perintah yang lebih besar yang menenteramkan jiwa kita dan menolong kita mengalami damai sejahtera Tuhan.
LATAR BELAKANG
Paulus menulis surat ini untuk menguatkan orang-orang percaya di Filipi dan berterima kasih atas dukungan finansial mereka.
BACA
RENUNGKAN
Menghargai hal-hal yang salah dapat membawa kita pada kekecewaan. Namun, jika kita menghargai Kerajaan Tuhan di atas segalanya, kita akan mengalami sukacita-Nya.
- Sudah diketahui umum bahwa Paulus sedang dipenjara ketika ia menulis surat kepada jemaat di Filipi. Namun, penerima surat itu juga sedang dalam kesusahan—mereka mendapat tekanan dari orang-orang yang tidak percaya, menghadapi bahaya ajaran sesat, dan bersedih karena konflik internal. Terdengar tidak asing? Orang Kristen ternyata telah menghadapi hal-hal ini sepanjang zaman. Bacalah Filipi 1:29-30. Bagaimana ayat-ayat ini menolong Anda memahami dan merasakan kesamaan dengan Paulus, jemaat Filipi, dan Yesus? Sebutkan satu pergumulan yang saat ini sedang membebani Anda.
- Apa yang diungkapkan Paulus sebagai sumber sukacitanya (4:1)? Perkataannya membawa jemaat Filipi kepada iman; itu sebabnya ia menyebut mereka sebagai “mahkotanya.” Ia bermegah dalam kemenangan Injil dan Kerajaan Tuhan. Menurut Anda, bagaimana perspektif ini menolong Paulus terhindar dari menjadi putus asa selama di penjara?
- Ayat 1 berkata, “berdirilah teguh” dalam Tuhan. Dalam masa-masa pergumulan, janji Tuhan yang mana yang Anda andalkan? Bagaimana janji-janji itu menguatkan Anda untuk berpegang teguh?
- Jika kita tidak ingin menyerah pada tekanan-tekanan dari luar, mengendalikan pikiran merupakan hal yang penting. Di ayat 2, Paulus menasihati dua orang percaya supaya “sehati sepikir dalam Tuhan.” Kita juga harus mengarahkan pikiran kita pada Yesus dan berpikir seperti Dia. Bagaimana hal ini membantu memelihara damai sejahtera di masa-masa sulit?
MELANJUTKAN CERITA
Paulus memberikan langkah-langkah lain dalam perintahnya untuk memelihara damai sejahtera.
- Paulus memakai kata kerja chairó (“bersukacitalah”) dua kali sebagai perintah (ayat 4). Sukacita dapat menjadi tindakan yang kita pilih daripada perasaan yang kita tunggu. Seperti apa tindakan itu bagi Anda—apakah menyanyi? berolahraga? berkebun? Mengapa perkataan “di dalam Tuhan” (ayat 4) itu penting?
- Kenalilah langkah-langkah ini di ayat 5-6: Merespons dengan kasih. Ini membantu kita menghindari munculnya konflik yang lebih besar. 2. Menyadari kehadiran Kristus. Ini menghibur kita dan memimpin kepada tindakan ilahi. 3. Meminta pertolongan Tuhan. Ini mengundang Dia dalam kesulitan kita. 4. Bersyukur pada Tuhan. Ini tepat dan membangun iman kita. Sekarang bacalah keras-keras hasil dari tindakan-tindakan ini (ayat 7).
- Bahkan setelah kita mengikuti langkah-langkah ini, damai sejahtera kita masih bisa terganggu. Memelihara hati dan pikiran dengan baik (ayat 8) sangat penting untuk mencegah hal itu. Bagaimana nasihat Paulus “pikirkanlah semuanya itu” dapat mengubah cara pandang Anda setiap hari?
- Langkah terakhir sederhana tetapi sangat mendasar: Kita harus terus-menerus mempraktikkan yang kita pelajari. Damai sejahtera kita di tengah masa sulit dipelihara oleh keputusan-keputusan kecil setiap hari—untuk mengampuni, bersukacita, berdoa, dan memikirkan hal-hal yang benar.
REFLEKSI
Jika ungkapan kata-kata klise tidak terlalu bermanfaat, membaca firman Tuhan sesuai konteks – dan menerapkannya secara praktis —sangatlah bermanfaat.
- Firman Tuhan kadang sangat penuh misteri. Namun, firman Tuhan juga memberi kita nasihat praktis untuk menemukan sukacita sejati dalam pergumulan sehari-hari. Itu sebabnya penting bagi kita untuk mengetahui apakah suatu bagian Alkitab dimaksudkan untuk direnungkan atau, seperti ayat-ayat yang kita pelajari di sini, untuk dilakukan.
