Tradisi Lama, Permulaan Yang Baru
Baru (Pendalaman Alkitab Staf In Touch Ministries)
Sepuluh tanda ajaib dan pembebasan setelah empat abad diperbudak di tanah Mesir—sungguh sulit membayangkan dahsyatnya peristiwa puncak semacam itu. Tetapi keluaran jauh melebihi sekadar fakta luar biasa tentang sejarah Israel. Sebagaimana yang sering terjadi pada kisah-kisah Perjanjian Lama, detail cerita Paskah berkaitan dengan Perjanjian Baru, tempat Yesus menyingkapkan arti yang lebih luas dan mendalam.
LATAR BELAKANG
Ketika umat-Nya bersiap untuk dibebaskan, Tuhan memerintahkan mereka untuk memanggang daging domba dan memakannya dengan roti tidak beragi (Keluaran 12:8), serta melumuri ambang pintu rumah mereka dengan darah domba. Kemudian Tuhan akan “melewati” rumah-rumah orang Ibrani itu saat menimpakan tulah terakhir—kematian semua anak sulung. Untuk memperingati pembebasan yang ajaib itu, Tuhan menetapkan perayaan tahunan (Keluaran 12:22-24), yang juga diperingati oleh Yesus dan para murid-Nya.
BACA
RENUNGKAN
Perkataan dan tindakan terakhir bisa memberi dampak mendalam. Karena itu, orang yang mendekati ajal cenderung menghadapi setiap perjumpaan dengan lebih bijaksana.
- Yesus, yang tahu bahwa “[Dia] … akan kembali kepada Bapa, bangun dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya” (ayat 3-4). Selidikilah hubungan antara waktu yang makin berkurang dengan perkataan dan tindakan yang tidak biasa. Dalam hal apa kesadaran bahwa hidup semua orang “seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap” (Yakobus 4:14) memotivasi Anda untuk mengabarkan Injil? Untuk menyatakan kasih atau apresiasi?
- Bacalah Yohanes 13:5. Para murid sudah sering merayakan Paskah dan mengenal tatacaranya dengan baik. Tetapi alih-alih melakukan ritual mencuci tangan, Yesus secara tak terduga berjalan keliling ruangan dan membasuh kaki mereka. Cobalah mengingat peristiwa familiar tertentu – seperti acara ibadah, pertemuan, atau peringatan hari raya—yang berubah secara mengejutkan. Mengingat dampak peristiwa itu pada Anda, bagaimana reaksi para murid menurut Anda? Pikirkan apa yang menjadi tujuan Tuhan ketika Dia bertindak di luar dugaan.
- Para murid tentu juga terkejut ketika Guru mereka membungkuk dan melakukan tugas serendah itu. Bayangkan diri Anda di tempat mereka. Bagaimana Anda merespons jika pendeta atau dosen yang dihormati melayani Anda dengan cara yang merendahkan diri? Ketika Petrus secara terbuka mengungkapkan ketidaknyamanannya, Yesus berkata, “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku” (ayat 8). Dengan berkata demikian, menurut Anda, apa yang Dia mau Petrus – dan kita – pahami?
MELANJUTKAN CERITA
Yesus juga memberikan makna baru pada roti dan anggur Paskah.
Para budak Israel itu keluar dari Mesir dengan terburu-buru; karena tak ada waktu untuk mengadoni roti, mereka memanggangnya tanpa ragi (Keluaran 12:39). Berbeda dengan pemakaian kata tidak beragi secara harfiah di sini, perhatikanlah penggunaan simbolis kata itu di 1 Korintus 5:6-8. Jelaskan arti “Anak domba Paskah kita, yaitu Kristus, …telah disembelih.” Lalu, seperti apa “tidak beragi” itu (ayat 7) bagi kita sebagai orang Kristen?
- Roti tidak beragi pada hari Paskah telah menjadi pengingat tentang perbudakan dan pembebasan orang Ibrani. Tetapi sekarang Yesus menyebutnya sebagai tubuh-Nya dan berkata kepada murid-murid-Nya, “Ambillah, makanlah” (Matius 26:26). Sebagai orang percaya, apa saja cara-cara kita untuk mengambil bagian dalam Tuhan?
- Lukas 22:20 berkata bahwa sesudah makan, Yesus juga membagikan air anggur dan menyebutnya darah-Nya. Bacalah Keluaran 12:21-23 dan Yohanes 1:29 untuk menemukan kesamaan dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru tentang anak domba, darah dan perbudakan. Pencerahan apa yang diberikan hal itu tentang keselamatan kita dari dosa?
REFLEKSI
Tradisi-tradisi lama memiliki tempatnya sendiri, demikian juga inovasi-inovasi jika itu berasal dari Tuhan.
· Acara kelulusan disebut “permulaan” karena peristiwa itu bukan hanya menandai sebuah akhir tetapi juga sebuah awal. Demikian pula, Paskah merupakan Perjamuan Terakhir Yesus dan juga kesempatan-Nya untuk memberikan perjanjian yang baru dan perintah baru (Yohanes 13:34). Kita menghormati Dia dengan mengasihi dan melayani satu sama lain.
