Projects

  • Ketika Yesus Mengundang Dirinya Sendiri

    Bagi juru selamat, orang tidak dikasihi pun berharga, demikian pula seharusnya kita

  • Seorang Luann

    Kejutan Besar. Begitulah saya menyebutnya sekarang. Ketika saya meninggalkan iman masa kecil saya dan memulai perjalanan ke dalam ateisme, saya mendapat kejutan besar. Saya tahu orang-orang di dalam komunitas iman saya tidak akan setuju dan akan merasa tidak nyaman dengan pendirian saya.

  • Di Negeri Asing

    Pernikahan merupakan lambang kasih Kristus yang luar biasa kepada jemaat-Nya. Dan sementara pernikahan memiliki kekuatan untuk membahagiakan kita, tujuan pernikahan yang lebih besar adalah untuk menguduskan kita

  • Memulihkan Yang Hancur

    Natal barulah awal dari segala sesuatu yang menanti kita di surga – sukacita yang tak terusik dan tak terhalang di hadirat Bapa, Putra dan Roh Kudus. Dan itulah alasan kita untuk bergembira.

  • Maukah Engkau Sembuh

    Kita mempertahankan kehancuran karena hal itu nyaman dan familiar. Tetapi Allah ingin menyembuhkan kita. Masalahnya adalah, apakah kita mempersilakan-Nya?

  • Krisis Identitas

    Serahkanlah diri anda, dan jadilah pribadi sebagaimana yang Tuhan rancangkan untuk Anda.

  • Kelahiran dan Kelepasan

    Ketika yang kita lihat adalah hanyalah penderitaan, sulit untuk membayangkan suka cita dan keutuhan yang akan datang

  • Kepuasan Bermurah hati

    Bersama Allah, selalu ada kecukupan. Cukup anugerah. Cukup kasih. Cukup uang. Cukup persahabatan. “Karena dari kepenuhan (Kristus) kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia” (Yohanes 1:16).

  • Sarang Yang Tidak Begitu Kosong

    Mereka diberitahu beberapa hal tetapi yang mereka ingat, yang penting adalah menunjukkan kasih dan menceritakan Yesus kepada para siswa yang akan tinggal di rumah mereka.

  • Ajakan Untuk Berpetualangan

    Bagaimanapun, penantang Allah yang terbesar dalam hidup kita bukanlah Iblis, atau setan tertentu di luar diri kita, tetapi diri kita sendiri. “Ada suatu pergumulan di dalam diriku” demikian pengakuan rasul Paulus di Roma 7:22-23.